Pengaduan 0898 9899 989 humas@komunitaskonsumen.id

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA — Badan Regulasi Telekomunikasi Indonesia (BRTI) ingin ada regulasi yang mengatur pengiriman pesan pendek (SMS) penawaran layanan dari operator seluler. Dalam waktu dekat, BRTI akan berdiskusi dengan operator seluler dan Yayasan Lembaga Konsumen Indonesia (YLKI) terkait usulan tersebut.

“Dalam waktu dekat kami akan mendiskusikan kemungkinan dibuatnya rambu-rambu tertentu pengiriman SMS dari operator seluler melalui peraturan khusus,” kata Komisioner BRTI I Ketut Prihadi Kresna, kepada Antara, Jumat.

Komunitas Konsumen Indonesia dalam keterangan pers meminta BRTI menerbitkan regulasi yang lebih jelas mengenai penawaran layanan lewat SMS dari operator seluler. Mereka meminta agar ada aturan yang mengikat para pelaku usaha jasa telekomunikasi agar menghentikan SMS penawaran yang tidak sesuai dengan prinsip perlindungan konsumen.

“Bila perlu dikenakan sanksi tegas kepada pelaku usaha yang melanggar,” kata Ketua Komunitas Konsumen Indonesia, David Tobing.

SMS dari operator seluler, seperti dijelaskan BRTI, bisa berupa penawaran yang berkaitan langsung dengan layanan yang dipakai pelanggan dan bisa juga berupa penawaran yang tidak terkait langsung dengan layanan yang digunakan pelangggan. Berkaitan dengan penawaran yang tidak berkaitan langsung dengan layanan yang digunakan pengguna, operator semestinya memerhatikan kenyamanan pelanggan, termasuk apakah pelanggan mau menerima SMS penawaran seperti itu.

“Operator seluler semestinya menyediakan opsi bagi pelanggan untuk tidak lagi menerima SMS seperti ini, yang biasa kita sebut “opt in” dan “opt out”,” kata Ketut.

Berita Ini sudah ditayangkan Oleh Media Republika.co.id dengan judul : BRTI akan Diskusikan SMS Tawaran Konten dengan Operator

Sebarkan