Pengaduan 0898 9899 989 humas@komunitaskonsumen.id

JAKARTA, KOMPAS.com – Pemerintah telah menetapkan harga tertinggi PCR yang dibedakan menjadi Rp 495.000 untuk wilayah pulau Jawa dan Bali dan Rp 525.000 untuk luar pulau Jawa dan Bali.

Menanggapi hal itu, Komunitas Konsumen Indonesia (KKI) mengapresiasi diturunkannya tarif PCR tersebut.

“Penurunan tarif ini memang sangat berdasar dan diperlukan, dan harus terus dievaluasi agar tarifnya bisa lebih rendah lagi,” ujar Ketua KKI, David Tobing melalui siaran persnya dikutip Kompas.com, Selasa (17/8/2021).

Menurut dia, penurunan tarif tidak boleh menurunkan kualitas dan ketepatan pemeriksaan serta ketelitian informasi. “Jangan sampai terjadi kesalahan pencantuman hasil, nama maupun NIK,” tegas David.

Dia juga bilang, penurunan tarif ini juga tidak boleh menjadi alasan diperlambatnya hasil test PCR, Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu. Daftarkan email

“Setiap laboratorium pasti sudah mempunyai SOP dan personil yang handal serta mencukupi sehingga hasil pun sudah bisa diprediksi, semakin cepat hasil keluar maka semakin cepat pula status konfirmasi diketahui,” ungkap David.

Selain itu, David juga mengatakan, pemerintah melalui Laboratorium di pusat dan daerah, harus mendorong Laboratorium swasta meningkatkan perannya terutama untuk mengatasi faktor keterjangkauan lokasi laboratorium pemerintah.

Hal yang harus dilakukan dengan melakukan supervisi, menetapkan harga-harga komponen laboratorium yang lebih murah dan sedapat mungkin membantu laboratorium-laboratorium di daerah terpencil dengan alat-alat dan supervisi secara gratis.

KKI juga mengharapkan PCR gratis dalam rangka pelacakan/surveleince serta dalam rangka pelayanan penanganan Covid-19 yang harus dimaksimalkan dan diawasi agar hak-hak masyarakat terpenuhi.

Artikel ini telah tayang di Kompas.com dengan judul “Tarif PCR Turun, Komunitas Konsumen Ingatkan Jangan Sampai Kualitas dan Akurasi Turun”, 
Penulis : Elsa Catriana
Editor : Ambaranie Nadia Kemala Movanita

Sebarkan